LAPORAN PENDAHULUAN
ASKEP PADA KLIEN DENGAN
ACUTE RENAL FAILURE
I.
DEFINISI
Merupakan kondisi dimana ginjal kehilangan fungsinya
secara tiba-tiba
( dalam beberapa jam sampai beberapa hari ) yang ditandai dengan
meningkatnya Basal Urea ( BUN ) dan
kreatinin serum serta terjadi penurunan Laju Filtrasi Ginjal (Ignativicius,
1999).
II.
ETIOLOGI
1.
Pre renal
Meliputi semua kejadian fisiologis yang mengakibatkan penurunan
sirkulasi ( iskemi ) pada ginjal, seperti pada kondisi-kondisi dibawah ini;
·
Penurunan volume tubuh
·
Vasodilatasi pembuluh darah
vena
·
Penurunan COP
·
Peningkatan tahanan vaskuler
·
Obstruksi vaskuler
2.
Renal
Meliputi kejadian fisiologis yang secara langsung mempengaruhi
fungsi dan struktur jaringan ginjal, seperti pada;
·
ATN ( acute tubular necrosis )
·
Glomerulonefritis
·
Lesi vaskuler
·
Trombosis
·
Tumor
3.
Post renal
Disebabkan oleh obstruksi aliran urin dan duktus kolegentes pada
ginjal sampai orifisium uretra eksternal, atau obstruksi aliran darah vena pada
ginjal, seperti pada;
·
Hipertrophy prostate
·
Batu saluran kemih
·
Tumor saluran kemih
·
Fibrosis
·
Striktur uretra
·
Clotting darah
III.
PATHOFISIOLOGI
1.
Pathofisiologi GGA pada pre
renal;
Pe ↓ perfusi ginjal
↓
Pe ↓ aliran darah ke ginjal
↓
Pe ↓ LFG
↓
Pe ↑ fraksi dari filtrate yang
dieabsorbsi pada tubulus proximal
↓
Pe ↓ flow urin
↓
Retensi Natrium
↓
Edema
2.
Pathofisiologi GGA pada renal;
Pe
↓ tekanan filtrasi dan konstriksi arteriol ginjal
↓
Pe
↓ permiabilitas glomerulus
↓
Pe
↑ permiabilitas tubulus proksimal dengan kebocoran filtrate
↓
Obstruksi
aliran urin karena nekrotik sel-sel tubular
↓
Pe
↑ Natrium di macula densa
↓
Pe
↑ pembentukan renin-angiotensin
↓
Vasokonstriksi
pada tingkat glomerular
3.
Pathofisiologi GGA pada post
renal;
Obstruksi saluran kemih
↓
Urin statis, tidak dapat melewati
saluran kemih
↓
Kongesti
↓
Tekanan retrograde melalui system
koligentes dan nefron
↓
Pe ↓ LFG
↓
Pe ↑ reasorbsi Na, air dan urea
↓
Pe ↓ natrium dalam urin
↓
Pe ↑ kreatinin
↓
Tekanan yang lama menyebabkan
dilatasi system koligentes
↓
Kerusakan nefron
IV.
KOMPLIKASI
1.
ATN
2.
Asidosis metabolic
3.
Hiperkalemi
4.
Diuresis air dan natrium
5.
Sindroma uremik
V.
MANIFESTASI KLINIS
1.
Gejala klinis pada pre renal;
Hipotensi, takikardi, pe ↓ COP, pe ↓ CVP, pe ↓ urine output, lethargy.
2.
Gejala klinis pada renal dan
post renal;
·
Gejala klinis renal :
oliguri/anuri, pe ↑ gravitasi urin
·
Cardiovaskuler : hipertensi,
takikardi, distensi vena jugularis, pe ↑ CVP, EKG= gelombang T tinggi ( T tall
)
·
Pernafasan : nafas pendek,
orthopnea, rales/krekels, edema paru, friction rub.
·
Gastrointestinal : anorexia,
mual, muntah, flank pain
·
Neurologis : lethargy, sakit
kepala, tremor, konfusi
·
Penampakan umum : edema seluruh
tubuh, peningkatan BB
VI.
PEMERIKSAAN PENUNJANG
1.
Pemeriksaan urin
·
Kristal urat : Lisis tumor,
khususnya limfoma
·
Kristal oksalat ;
Nefrotoksisitas glikol etilen & metoxyflurane
·
Eosinofil : Alergi nefritik
interstisial, terutama metisilin
·
Benzidin (+) tanpa SDM :
hemoglobunuria / mioglobinuria
·
Cast berpigmen ; hemoglobunuria
/ mioglobinuria
·
Proteinuri massif ; nefritis
interstisial akut, diuretic tiazid
·
Anuri ; nekrosis korteks
ginjal, obstruski bilateral
2.
Pemeriksaan plasma
·
Hiperkalemi ; Rhabdomiolisis,
nekrosis jaringan, hemolisis
·
Hipokalsemi ; Rhabdomiolisis
·
Hiperkalsemi : Nefropati
hiperkalsemi
·
Hiperuresemia: lisis tumor,
rhabdomiolisis, menelan toksin
·
Asidosis ; glikol etilen
·
Eosinofilia ; alergik nefritis
interstisial
VII.
PENATALAKSANAAN MEDIS
·
Penatalaksanaan penurunan curah
jantung
-
pemberian obat-obat diuretic
untuk meningkatkan ekskresi Na urin, seperti Spironolakton, furosemid
·
Penatalaksanaan perubahan
tahanan vaskuler perifer
- Penggantian cairan, vascular, elektrolit, dan koloid.
·
Penatalaksanaan hipovolemia dan
hemoragi
·
Mempertahankan aliran urin
VIII.
DIAGNOSA KEPERAWATAN :
1.
Perubahan perfusi jaringan b.d.
iskemi, hipovolemi sekunder dari gagal ginjal akut
2.
Kelebihan volume cairan b.d.
kerusakan regulasi cairan di ginjal, retensi air dan Na
3.
Perubahan eliminasi urin b.d.
fase oliguri, diuresis pada gagal ginjal
4.
Resiko tinggi penurunan COP
b.d. kelebihan cairan, perpindahan cairan, kekurangan cairan, ketidakseimbangan
elektrolit, asidosis berat
5.
Resiko tinggi kurangnya
kebutuhan nutrisi b.d. katabolisme protein, pembatasan diet, peningkatan
kebutuhan metabolic, anoreksia, mual
6.
Resiko tinggi infeksi b.d.
pertahanan tubuh yang menurun, prosedur invasive, kurang nutrisi
7.
Resiko kurangnya volume cairan
b.d. kehilangan cairan berlebihan pada fase diuretik
DAFTAR
PUSTAKA
Hudak &
Gallo.(1994). Critical care nursing : a
holistic approach.
(7th
edition). Lippincott : Philadelphia ..
Muhiman. (2001). Penatalaksanaan pasien di intensive care
unit. Jakarta
:
BP
FKUI.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar